Posted by: h4n1muflih on: Agustus 22, 2008
Di mulai dengan keinginan untuk berpetualang, mencari seuatu yang baru, di dunia maya maka petualanganpun dimulai. Tujuan utamanya adalah berpetualang, bukan untuk mendapatkan harta karun. Seperti layaknya Colombus yang mejelajahi lautan untuk menemukan dunia baru, mungkin seperti itu. Dan seandainya mendapat harta karun( ehm…suatu saat nanti kali ya) dalam petualangan itu maka harta karun itu sekedar bonus dari petualangan yang dijalani. Hasil utamanya adalah kegembiraan berpetualang, menikmati berbagai tantangan dan menemukan sesuatu yang baru (baik pengetahuan atau kemampuan teknis).
Apakah mindset atau paradigma seperti itu salah? Tak apalah kalau dianggap salah. Tapi memilih mindset seperti itu pasti karena sejumlah alasan. Alasan utamanya ialah mentargetkan suatu HASIL dalam bentuk UANG sering membuat orang tidak menikmati apa yang dilakukannya. Saat ini aku lebih memilih berkarya ( meskipun masih sangat kecil bisa dilihat sendiri blogku yang kere ini ) daripada bekerja. Apakah ada perbedaan antara berkarya dengan bekerja. ADA. Itu menurutku lho..
Sebuah cerita mungkin bisa sedikit menjelaskan perbedaan antara bekerja dengan berkarya. Seorang turis asing yang telah cukup lama tinggal dan menyewa rumah di Bali membutuhkan seseorang untuk memperbaiki tangga rumahnya yang rusak, maka diputuskan untuk mencari orang yang bisa memperbaiki tangga rumahnya. Ia kebetulan mengenal seorang pengrajin yang sering membuat ukiran-ukiran dan patung-patung yang menurutnya indah. Maka ia memutuskan untuk meminta orang itu untuk memperbaiki tangga rumahnya dengan menjanjikan imbalan yang lumayan besar. Singkat cerita setelah pengrajin itu selesai memperbaiki tangga rumahnya, turis itu merasa kecewa melihat hasil yang dicapai.
Sebuah pertanyaan muncul dalam benak turis itu. Mengapa orang yang mampu membuat ukiran dan patung yang indah tidak mampu membuat tangga rumah dengan hasil yang sama bagusnya dengan membuat ukiran atau patung? Kemudian ia memutuskan untuk bertanya kepada seseorang yang dirasanya mampu memberi jawaban. Ia menemukannya dan kemudian bertanya.
Orang yang ditanya turis itu menjelaskan bahwa mungkin waktu pengrajin itu membuat tangga yang ia lakukan adalah bekerja (berharap mendapatkan uang), jadi mungkin ada rasa keterpaksaan membuat tangga itu. Tentu saja ia tidak menikmati dalam mengerjakannya. Tetapi waktu pengrajin itu membuat ukiran atau patung ia sedang berkarya, dan tentu saja ia menikmati apa yang ia lakukan. Pada titik tertentu hal ini mempengaruhi hasil akhir.
Uang sering bisa memaksa seseorang untuk bisa bekerja, tetapi uang jarang mampu memaksa seseorang untuk menghasilkan karya. Lukisan Monalisa dibuat bukan karena dipesan seseorang, Taj Mahal bukan dibangun oleh kontraktor yang berorientasi uang, symphony karya Bethoven bukan diciptakan untuk mendapatkan uang…apalagi ya…
Tapi bekerja sambil berkarya asyik kali ya…dapat kepuasan jiwa dan uang.
Penting mana, berkarya? atau bekerja?….kayak iklan rokok aja ya? hehehe.
Ok, yang jelas kita lakukan apa yang kita mampu, apa kelebihan kita, dan apa yang kita inginkan untuk dicapai. Penghasilan itu adalah side effect yang kemungkinan besar kita harapkan atas karya yang kita buat, namun jangan jadikan penghasilan itu sebagai tujuan utama yang membelenggu kita. Cuman saran sih…
Agustus 26, 2008 pada 9:45 am
ya, bro. Adanya penghasilan atau penemuan ketika sedang melakukan petualangan adalah bonus dari petualangan itu sendiri…