Posted by: h4n1muflih on: Agustus 19, 2008
Menyenangkan sekali punya uang 216 juta. Bisa beli laptop, bikin warnet, beli LCD TV 60” buat nonton bola, bikin situs yang “yahud” dan tentunya beriklan lewat adwords dengan cukup leluasa. Eh..satu lagi, beli 21 ikan koi yang indah warnanya, soalnya aku lagi kesengsem sama ikan koi. Ikan yang memberikan banyak inspirasi bagiku. Menyenangkan ya…
Tapi apa yang terjadi bila sebaliknya. Bukan punya uang 216 juta, tapi punya HUTANG 216 JUTA!!! Tobaaaat……
Ini kejadian nyata lho. Bukan terjadi pada diriku tapi tetangga sekampungku. Sekarang tetanggaku itu benar-benar stress memikirkan utangnya. Bagaimana ceritanya kok sampai terjerat hutang begitu banyak. Semua bermula ketika tetanggaku tergiur untuk bisnis besi bekas/rongsokan yang pada beberapa bulan yang lalu memang harga besi bekas mengalami lonjakan yang cukup tinggi, yakni yang mulanya harganya hanya sekitar Rp.2000/kg menjadi Rp.4000/kg.Jadi banyak orang yang coba-coba terjun dalam bisnis itu agar bisa mengambil keuntungan.
Sekarang harga besi bekas/rongsokan mengalami penurunan yang tajam sekitar 50% atau kembali seperti pada awalnya sekitar Rp.2000/kg. Padahal tetanggaku telah membeli dari pemulung besi-besi bekas dengan harga sekitar Rp.3500/kg dalam jumlah puluhan ton atau dalam nominal rupiah lebih dari 700 juta. Apabila ia menjual lagi sekarang hanya akan mendapatkan uang sekitar kurang dari 500 juta. Ia rugi lebih dari 200 juta. Yang lebih enggak mengenakkan lagi ia memulai usaha itu modalnya bukan dari tabungan yang ia miliki tetapi dari hasil hutang ke bank dengan jaminan tanah dan rumahnya. Bagaimana caranya ia mengembalikan hutangnya itu? Repot deh…
Menurutku, tetanggaku itu belum memiliki intuisi bisnis yang teruji. Buktinya, ada orang yang menggeluti bisnis yang sama tetapi tidak mengalami kerugian, bahkan malah mendapatkan keuntungan. Jadi orang yang intuisi bisnisnya sudah teruji akan tahu persis kapan ia mulai membeli/jual dan kapan ia berhenti membeli/jual.
Belajar dari pengalaman bisnis orang lain kita harusnya hati-hati dalam berbisnis. Usahakan dalam memulai bisnis yang baru (belum punya pengalaman) gunakan hanya 10% dari kekayaan yang kita miliki. Sebab kalau gagal kita bisa memulainya lagi tentunya dengan mengambil pelajaran dari kegagalan yang lampau. Itu kata Warren Buffet lho, orang nomer 1 terkaya di dunia.
Saya juga sekarang ini lagi punya hutang sekitar 200jutaan, Mas, tapi gak papa karena bukan untuk bisnis, untuk meneruskan kehidupan di sebuah kota baru…. 
Tetapi klo melihat yang disampaikan Warren Buffet, saya kemudian berpikir bahwa itu sangat bagus sekali untuk melihat atau menjalankan sebuah bisnis. Jelas aja bagus, lha wong memang dia sudah menerapkannya…. 
Tips yang sangat menarik….
Agustus 21, 2008 pada 11:01 am
wow. Turut prihatin bro. Bener bener ngak kebayang.